Laman

Kamis, 27 Agustus 2015

Halo Indonesia



Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) merupakan lembaga terdepan di tingkat kecamatan dalam pelaksanaan penyuluhan pertanian. Untuk dapat melaksanakan tugas dan fungsinya BPP di lengkapi dengan bangunan yang representative, lahan percontohan, peralatan serta sumberdaya manusia baik penyuluh pertanian, tenaga administrasi dan penjaga malam yang memenuhi standar kualifikasi.
BPP Rasanae Timur merupakan salah satu BPP di Kota BIma yang pada tahun 2011 ditunjuk sebagai  lokasi BPP MODEL. BPP yang terletak di Jalan Ir. Soetami Kelurahan Kumbe ini adalah sebuah kantor BPP baru karena gedung BPP ini ditempati mulai bulan Maret tahun 2011. BPP ini mempunyai lahan yang cukup untuk lokasi gedung kantor namun sangat kurang untuk lahan percontohan. Dari  lahan seluas  400 m2, yang digunakan untuk lahan percontohan seluas 200 m2 dan sisanya untuk bangunan kantor BPP.
 Adapun tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan yang ber home base di sana sejumlah 12 orang yaitu 5 orang PNS dan 7 orang THL-TBPP. Dengan tenaga penyuluh sebanyak itu sudah cukup baik dalam mendampingi  petani dalam rangka meningkatkan SDM nya di 6 kelurahan yaitu kelurahan Kumbe, Oi Foo, Kodo, Nungga, Dodu, dan Lampe. Untuk POSLUHDES sampai saat ini belum terbentuk, namun upaya kearah tersebut sedang kami rintis.
Pengelolaan lahan demplot yang cukup kecil ini akan di arahkan kepada pengembangan komoditas pertanian terutama kortikultura yang baru dan belum di banyak di usahakan oleh petani setempat dengan berorientasi agribisnis, hal ini dilakukan untuk memberi contoh kepada masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan sebagai usaha untuk pengembangan komoditas baru dan sekaligus sebagai sarana pembelajaran bagi para PPL sehingga diharapkan ke depannya akan diperoleh PPL yang profesional.

Rabu, 05 Oktober 2011

Panduan Budidaya Sayuran

Bercocok tanam sayuran adalah kegiatan yang menyenangkan. banyak manfaat yang akan kita dapatkan. bercocok tanam sayuran bukan hanya dilakukan di sawah atau kebun, di pekarangan rumahpun kegiatan ini dapat mendatangkan manfaat yang banyak.
Namun tidak semua pembaca tentunya mengatahui tehnik bercocok tanam sayuran yang baik dan benar. buku berikut ini yang diterbitkan oleh Bagian Produksi Tanaman Departemen Agaronomi dan Hortikultura Institut Pertanian Bogor dapat menjadi acuana kita dalam bercocok tanam sayuran. Isinya ringkas dan jelas. Anda dapat mendownloadnya pada link di bawah ini. Buku Panduan Budidaya Sayuran terdapat pada box "Agri Sayauran" di sebelah kanan. Semoga buku ini bermanfaat.
Panduan budidaya sayuran

Senin, 26 September 2011

Budidaya cabe dengan polybag


Teknologi Hortikultura BERTANAM CABE DI POLYBAG


Teknik budidaya Cabe di Polybag
Pedoman Teknis Penyiapan
Benih - Benih cabe dibuat sendiri.
Caranya, pilih buah cabe yang
matang (merah), bentuk sempurna, segar, tidak cacat dan tidak
terserang penyakit. Kemudian keluarkan bijinya dengan mengiris buah
secara memanjang. Cuci biji lalu dikeringkan. Kemudian pilih biji
yang bentuk, ukuran dan warna seragam, permukaan kulit bersih, tidak
keriput dan tidak cacat.

Bila kesulitan membuat sendiri, benih cabe dapat dibeli di toko pertanian setempat. - Benih yang akan ditanam diseleksi dengan cara merendam dalam air, biji yang terapung dibuang. Persemaian Sebelum tanam di tempat permanen (polybag), sebaiknya benih disemai dulu dalam wadah semai yang dapat berupa bak plastik atau kayu dengan ketebalan sekitar 10 cm yang dilubangi bagian dasarnya untuk pengaturan air(drainase).

Persiapannya sbb : 

1.Isikan dalam wadah semai media berupa tanah pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Untuk menghilangkan gangguan hama berikan Curater 3 G takaran 10 10 gr/m2. Media ini disiapkan 1 minggu sebelum penyemaian benih.

2. Benih yang akan ditanam, sebelumnya direndam dalam air hangat (50 derajat Celcius) semalam. Lebih baik
lagi bila diberi zat pengatur tumbuh seperti Atonik.

3. Tebarkan
benih secara merata di media persemaian, bila mungkin beri jarak antar benih 5 x 5 cm sehingga waktu tanaman dipindah/dicabut, akarnya tidak rusak. Usahakan waktu benih ditanam diatasnya ditutup
selapis tipis tanah. Kemudian letakkan wadah semai tersebut di tempat teduh dan lakukan penyiraman secukupnya agar media semai tetap lembab.

Pembibitan
1. Benih yang telah berkecambah atau bibit cabe umur 10-14 hari (biasanya telah tumbuh sepasang daun) sudah dapat dipindahkan ke tempat pembibitan.
2. Siapkan tempat pembibitan berupa polybag ukuran 8 x 9 cm atau bumbungan dari bahan daun pisang
sehingga lebih murah harganya. Masukkan ke dalamnya campuran tanah, pasir dan pupuk kandang serta tambahkan Curater 3 G.

3. Pindahkan
bibit cabe ke wadah pembibitan dengan hati-hati. Pada saat bibit ditanam di bumbungan, tanah di sekitar akar tanaman ditekan-tekan agar sedikit padat dan bibit berdiri tegak. Letakkan bibit di tempat teduh dan sirami secukupnya untuk menjaga kelembabannya. Pembibitan ini untuk meningkatkan daya adaptasi dan daya tumbuh bibit pada saat pemindahan di tempat terbuka.

4. Bibit bisa ditanam di polybag  setelah berumur 30-40 hari. Persiapan Media Tanam Polybag

1. Siapkan polybag tempat penanaman yang berlubang kiri kanannya untuk pengaturan air.
2. Masukkan media tanam ke dalamnya berupa campuran tanah dengan pupuk kandang 2 : 1 sebanyak 1/3 volume polybag. Tambahkan Furadan atau Curater 3 G 2 - 4 gr/tanaman untuk mematikan hama pengganggu dalam media tanah. 3. Masukkan campuran tanah dan pupuk kandang ke dalam polybag setinggi 1/3 nya

4. Tambahkan pupuk
buatan sebagai pupuk dasar yaitu 10 gr SP 36, 5 gr KCl dan 1/3 bagian dari campuran 10 gr Urea + 20 gr ZA per tanaman (2/3 bagiannya untuk pupuk susulan). Kemudian siram dengan air agar pupuk larut dalam tanah.

Penanaman
  1. Pilih bibit cabe yang baik yaitu pertumbuhannya tegar, warna daun hijau, tidak cacat/terkena hama penyakit.
  2. Tanam bibit tersebut di polybag penanaman. Wadah media bibit harus dibuka dulu sebelum ditanam. Hati-hati supaya tanah yang menggumpal akar tidak lepas. Bila wadah bibit memakai bumbungan pisang langsung ditanam karena daun tersebut akan hancur sendiri. Tanam bibit bibit tepat di bagian tengah, tambahkan media tanahnya hingga mencapai sekitar 2 cm bibir polybag.
  3. Padatkan permukaan media tanah dan siram dengan air lalu letakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung.

Pemeliharaan

  1.  Lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembaban media tanah polybag.
  2.  Lakukan pemupukan susulan : Umur 30 hari setelah tanam : 5 gr Kcl per tanaman. Umur 30 dan 60 hari setelah tanam : masing-masing 1/3 bagian dari sisa campuran Urea dan ZA pada pemupukan dasar.
  3. Lakukan perompesan/pembuangan cabang daun di bawah cabang utama da buang bunga yang pertama kali muncul.
  4. Untuk mengendalikan hama lalat buah penyebab busuk buah, pasang jebakan yang diberi Antraxtan. Sedang untuk mengendalikan serangga pengisap daun seperti Thrips, Aphid dengan insektisida seperti Curacron. Untuk penyakit busuk buah kering (Antraknosa) yang disebabkan cendawan, gunawan fungisida seperti Antracol. Dosis dan aplikasi masing-masing obat tersebut dapat dilihat pada labelnya. Panen - Cabai merah dapat dipanen umur sekitar 80 hari setelah tanam. Pemetikan cabe dapat dilakukan 1-2 kali seminggu disesuaikan dengan kebutuhan. Pemetikan dilakukan dengan hati-hati agar percabangan/tangkai tanaman tidak patah.
 Bila anda mau nambah info, koleksi tentang komditi sayuran khususnya Cabai, Lombok,
silahkan Klik pada Link berikut ini :

http://www.ziddu.com/download/7060405/cabai.pdf.html

http://www.ziddu.com/download/7060406/CabaidanGulma.pdf.html

Senin, 12 September 2011

Kunjungan Bapak Kepala Distannak Kota Bima



    Hari sabtu adalah hari untuk bersantai di BPP, sambil melakukan latihan-latihan. Namun hari sabtu tanggal 30 Juni 2011 kemarin agak berbeda, karena kami tiba-tiba mendapat kunjungan dari Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima beserta beberapa orang stafnya. Ketika pertama kali masuk ke Kantor BPP beliau langsung berkata "santai saja, saya hanya ingin berdiskusi saja".
   Akhirnya kegiatan diskusi berlangsung secara santai. Hal yang kami bicarakan beragam mulai dari keadaan pertanaman, kelompok tani, kehadiran petani, sampai kepada teknologi petanian yang dibutuhkan saat ini. semua kami bicarakan secara lepas. Alangkah lepasnya perasaan kami pada acara diskusi tersebut, sebab beban dan uneg-uneg yang selama ini mampet di otak ahirnya dapat tersampaikan. Kiranya kegiatan ini bisa dilakukan sesering mungkin pak......